11 Cara Paling Epektif Untuk Menjaga Kesehatan

 Timbulnya berbagai penyakit dewasa ini tentu akan membuat orang berpikir bahwa betapa pentingnya menjaga kesehatan. 

cara menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit

Manusia memiliki sistem kekebalan tubuh untuk melindungi diri dari serangan penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik, tubuh akan mudah terserang penyakit. 


Seperti pepatah bilang mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, berikut akan dijelaskan kiat-kiat mencegah penyakit tanpa bergantung pada obat-obatan tentunya. 


1. Kenali Kondisi Fisik dan Kejiwaan Diri Anda

Tujuan mengenali diri sendiri ialah agar dapat mengetahui kelemahan fisik tubuh kita, kemudian memutuskan apa yang terbaik, yang boleh dan tidak boleh dilakukan bagi tubuh nantinya.


Sebagai contoh, orang yang mudah marah dan sukar mengendalikan diri karena tidak mengenal kekurangan diri sendiri. Setelah mengenal kelemahannya dan mau memperbaiki kebiasaannya yang sangat merugikannya, lama-kelamaan ia akan mudah menjaga diri agar tidak mudah terpancing emosi. Hal ini dapat dilakukan jika berusaha mengenal dirinya sendiri.


2. Tidak Mudah Memvonis Diri Sakit 

Keputusan meminum obat secara langsung saat bersin, batuk, atau agak demam adalah cara yang kurang tepat. Tidak jarang, hanya dengan beristirahat yang cukup, gejala sakit tersebut dapat hilang. Selain itu, tubuh juga memiliki kemampuan menyembuhkan sendiri.


Dengan bersin, tubuh sedang berusaha mengeluarkan biang penyakit melalui saluran pernapasan. Adapun demam berkeringat merupakan tanda tubuh sedang melawan serangan kuman. 


3. Variasi Makanan Sehari-hari 

Adanya variasi makanan dapat digunakan sebagai selingan sehingga kita tidak bosan dengan makanan yang ada. Sebagai contoh, jika terbiasa makan daging ayam/sapi, sebaiknya sesekali mengonsumsi ikan segar, tempe, atau tahu sebagai selingan. Ikan segar, tempe, dan tahu memiliki kadar lemak tak jenuh yang banyak dan berpotensi mengurangi resiko tekanan darah tinggi.


4. Menyesuaikan Konsumsi dengan Tingkatan Umur

Jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh berbeda-beda bergantung pada umur, jenis kegiatan, dan kondisi tubuh (dalam kondisi sakit atau sehat). Pada anak-anak dan remaja dalam masa pertumbuhannya, sangat diperlukan unsur-unsur yang harus ada dalam makanan, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Oleh karena itu, asupan unsur-unsur tersebut dalam makanan tidak perlu dibatasi.


Adapun pada orang dewasa dan lanjut usia pembatasan ini perlu dilakukan. Mengingat kondisi fisik yang menurun, unsur karbohidrat dan lemak sebagai penghasil energi harus dikurangi jumlahnya. Misalnya dengan mengurangi porsi nasi dan goreng-gorengan.


Sebaliknya, vitamin, mineral, dan air justru harus dikonsumsi dengan cukup. Zat-zat ini sangat perlu untuk memperlancar metabolisme di dalam tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh. Perlu diingat bahwa yang paling baik mengonsumsi vitamin alamiah, seperti yang terkandung dalam buah dan sayuran segar. Adapun air yang diminum harus yang sangat steril dan aman dari kuman, seperti air mineral. Boleh juga air biasa yang direbus terlebih dahulu. 


Lebih dari 60% dari bobot badan kita berupa air atau cairan. Itu berarti kita harus minum air lebih banyak daripada unsur makanan yang lainnya. Konsumsi protein pada orang dewasa dan lanjut usia juga perlu dikurangi meskipun tidak banyak pengurangan karbohidrat dan lemak. Cara mengurangi protein ini, di antaranya dapat dilakukan dengan cara mengganti makanan sumber protein hewani dengan makanan bersumber protein nabati, misalnya kacang-kacangan, tahu dan tempe.


5. Berolahraga secara Teratur Sesuai dengan Kemampuan 

Berolahraga bertujuan memperlancar peredaran darah dan mempercepat penyebaran impuls urat saraf ke bagian tubuh atau sebaliknya sehingga tubuh selalu bugar. Banyak orang berpendapat, tanpa olahraga pun sebenarnya kita sudah bergerak badan mirip olahraga kalau melakukan pekerjaan fisik sehari-hari, seperti menyapu lantai, membersihkan rumah, mencuci, dan menjemur pakaian.


Para penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, infeksi paru-paru, dan kencing manis, hendaknya berkonsultasi ke dokter dahulu untuk mengetahui jenis olahraga apa saja yang cocok untuk kita. Biasanya olahraga yang intensitasnya rendah dan dilakukan tidak terlalu lama. 


Orang normal yang tidak mengidap penyakit, sangat baik memilih olahraga yang kapasitas aerobiknya lebih tinggi, seperti renang, aerobik yang high impact, naik sepeda stasioner, dan jogging. 


6. Menjaga Kebersihan 

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kelompok rumah yang memiliki halaman dan lingkungan yang tertata baik, hijau, dan asri mempunyai persentase kesehatan penghuninya jauh lebih baik daripada kelompok rumah miskin tanaman. 


Lingkungan bersih membuat tubuh kita juga bersih, baik jasmani maupun rohaninya. Kondisi seperti ini akan mampu mencegah penyakit jasmani, seperti infeksi kulit, alergi debu, flu, bronkitis, dan "penyakit" rohani, seperti stres, frustrasi, dan depresi. 


7. Meluangkan Waktu untuk Bersantai 

Meluangkan waktu tidak berarti melakukan istirahat lebih banyak daripada bekerja produktif sampai melebihi kepatutan. Luangkan waktu sebentar untuk istirahat. Hal ini perlu dilakukan untuk mengendorkan ketegangan setelah bekerja seharian. 


Bersantai juga tidak berarti harus melakukan rekreasi yang melelahkan tubuh, tetapi cukup berkumpul membicarakan masalah keseharian dengan rekan sekantor, tetangga, atau keluarga di rumah. 


Tubuh letih dan pikiran kusut kalau dibiarkan berkepanjangan (sampai dibawa ke kamar tidur), akan menurunkan daya kerja sistem kekebalan tubuh sehingga mudah terserang penyakit. 


8. Back to Nature

Gaya hidup pada zaman modern seperti ini mendorong orang mengubah kebiasaan makan, seperti lebih sering menyantap makanan atau buah kalengan serta sambal botolan. Selain itu, jarang bergerak karena kemudahan memakai alat bantu rumah tangga, seperti mencuci pakaian dengan mesin cuci, menyapu lantai dengan penyedot debu, bepergian dengan kendaraan, padahal hanya jarak yang ditempuh dekat dan akan lebih sehat jika dilakukan dengan jalan kaki. Oleh karena itu, tubuh menjadi manja karena jarang bergerak sehingga mudah sakit. 


Untuk kembali dekat dengan alam, hindari bahan makanan kalengan dan perbanyak makan sayuran dan buah-buahan segar.


9. Berlatih Pernapasan 

Berlatih pernapasan berarti mengatur cara dan frekuensi bernapas agar lebih efisien. Caranya, dengan menghirup udara (oksigen) perlahan-lahan dalam 15 hitungan, kemudian melepaskannya kembali pelan-pelan juga dalam 15 hitungan. Kita bisa menahan oksigen dalam badan lebih lama dari biasanya. Oksigen akan dipakai oleh organ tubuh secara efektif, walaupun jumlahnya sedikit. 


Selama ini kita bernapas dengan frekuensi yang tidak teratur; kadang lambat, kadang cepat. Oksigen yang dihirup juga cepat keluar lagi. Belum sampai dimanfaatkan dengan baik, tetapi sudah keluar sehingga dalam satu menit kita bernapas lima kali atau lebih. 


Akan tetapi dengan latihan teratur, frekuensi bernapas bisa kurang dari lima kali dalam semenit. Setiap bernapas selalu dalam dan berdaya guna. Akibatnya, oksigen yang dihirup cukup sedikit, tetapi efektif. Organ tubuh akan menyesuaikan diri dengan ketersediaan oksigen yang sedikit ini yang justru menguntungkan tubuh. Alasannya, dengan oksigen sedikit, tubuh tidak kebanjiran hasil pernapasan berupa CO2 yang tidak baik bagi kesehatan tubuh kita. 


10. Menggemari Bacaan Kesehatan 

Ungkapan "Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak “cinta" sangat pas untuk menyindir orang-orang yang ingin tubuhnya sehat, tetapi tidak mau bersusah payah mendekati bacaan tentang kesehatan. 


11. Bernyanyi 

Jika Anda orang yang melakukan aktivitas padat setiap harinya dan menghadapi berbagai masalah, baik di kantor, rumah, maupun lingkungan tempat Anda tinggal, tingkat stres cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang dalam sehari aktivitasnya kurang. Nah, untuk mengurangi tingkat stres tersebut, Anda dapat mencoba tetapi dengan bernyanyi. 


Menurut Hochapfel, proses fisik dan mental yang harus dilakukan pada saat menyanyi dapat membantu menghalau tensi. Alasannya, pada saat menyanyi, keseluruhan jiwa dan tubuh dalam keadaan rileks. "Seluruh jaringan pengikat sendi terhubung dengan suara, bahkan genggaman tangan Anda akan menunjukkan corak suara Anda,” ujarnya.

Belum ada Komentar untuk "11 Cara Paling Epektif Untuk Menjaga Kesehatan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel