Khasiat Obat Herbal Waru

Banyak orang yang mencari bahan-bahan pendukung untuk menjaga kesehatan mereka. Di antaranya, melalui minuman atau makanan suplemen. Tidak jarang pula orang-orang meluangkan waktu untuk berkonsultasi ke ahli kesehatan agar tubuh mereka tetap sehat dan bugar.


Namun, selain melalui minuman atau makanan dan tentunya obat-obatan, ada cara yang cenderung lebih baik dari itu semua, yaitu dengan cara kembali ke alam. Pola makan yang sehat, olahraga yang teratur, berpikir positif, dan menjaga kebersihan merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. 


Ternyata sangatlah banyak bahan-bahan dari alam yang bisa kita manfaatkan dan semakin hari semakin banyak dengan efek samping yang dominan kecil atau bahkan tanpa efek samping sekalipun.


Bahan-bahan dari alam menjadi harapan baru bagi manusia untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sehat lagi untuk masa yang akan datang. Selain itu, bahan-bahan dari alam tersebut juga dapat membantu pengobatan-pengobatan modern sehingga efek samping atau risiko yang lebih besar dapat diminimalkan.


Daun waru berkhasiat sebagai antiradang, antitoksik, peluruh dahak dan peluruh kencing. Akar berkhasiat sebagai penurun panas dan peluruh haid. Bagian yang digunakan adalah daun, akar, dan bunga.

Daun waru dapat mengobati batuk sesak napas radang amandel demam berak darah dan lendir pada anak muntah darah radang usus bisul abses keracunan singkong penyubur rambut dan rambut rontok

Daun waru digunakan untuk pengobatan TB paru-paru, batuk, sesak napas, radang amandel (tonsilitis), demam, berak darah, dan lendir pada anak, muntah darah, radang usus, bisul, abses, keracunan singkong, penyubur rambut, dan rambut rontok. 


Akar waru digunakan untuk mengatasi terlambat haid dan demam. Adapun bunga waru biasanya digunakan untuk pengobatan radang mata. 


Untuk obat yang diminum, gunakan daun segar sebanyak 50-100gr bunga atau 15-30gr bunga. Rebuslah dan minum airnya. 


Adapun untuk pemakaian luar, giling daun waru segar secukupnya sampai halus. Turapknn ramuan ini pada kelainan kulit, seperti bisul atau gosokkan pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut dan sebagai penyubur rambut. 


a. TB Paru

Potong-potong  genggam daun waru segar, lalu cuci seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa sekitar 3/4-nya. Setelah dingin, saring dan tambahkan air gula ke dalam air saringannya, lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 3/4 gelas minum. 


b. Batuk 

Cuci 10 lembar daun waru segar, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai tersisa ¾ bagian. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian. Sebelum diminum, tambahkan madu secukupnya. 


c. Batuk Berdahak

Cuci 10 lĂ©mbar daun waru yang masih muda sampai bersih, lalu tambahkan gula batu seukuran telur burung merpati. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum. Sehari 3 kali minum, masing-masing 1/3 bagian. 


d. Radang Amandel

Cuci l genggam daun waru segar, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 11/2 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya digunakan untuk berkumur (gargle) terus diminum sehari 3-4 kali, setiap kali cukup seteguk. 


e. Radang Usus

Makan daun waru muda yang masih kuncup sebagai lalap. 


f. Berak Darah dan Lendir pada Anak

Cuci 7 lembar daun waru muda (yang masih kuncup) sampai bersih. Tambahkan 1/2 cangkir air sambil diremas-remas sampai airnya mengental seperti selai. Tambahkan gula aren sebesar kacang tanah sambil diaduk sampai larut. Peras dan saring menggunakan Sepotong kain halus. Minum air saringannya sekaligus. 


g. Muntah Darah 

Cuci 10 lembar daun waru segar sampai bersih, lalu giling halus. Tambahkan 1 cangkir air minum sambil diremas-remas. Selanjutnya, saring dan tambahkan air gula secukupnya ke dalam air saringannya lalu diminum sekaligus. 


h. Penyubur Rambut 

Cuci 15 lembar daun waru muda, lalu remas-remas dalam 1 gelas air bersih sampai airnya seperti selai. Selanjutnya, peras dan saring menggunakan sepotong kain. Embunkan cairan yang terkumpul selama semalam. Keesokan paginya, gunakan cairan tersebut untuk membasahi rambut dan kulit kepala. Alhasil, kepala menjadi sejuk dan rambut akan tumbuh lebih subur. 


i. Bisul 

Cuci 5 lembar daun waru segar, lalu giling sampai halus. Tambahkan air garam secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Tempelkan adonan pada bisul dan sekelilingnya, lalu balut dengan kain perban. Ganti ramuan 2-3 kali sehari. 


j. Nyeri Kencing pada Anak-Anak

Cuci 5 lembar daun waru segar, tambahkan adas dan pulosari secukupnya, lalu giling sampai halus. Gunakan adonan ini sebagai tapal, letakkan pada perut bagian bawah. 


k. Demam 

Cuci 1/2 jari akar waru dan akar 2 tanaman lapak liman, lalu rebus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas. 


Perhatian: Hibiscus similis B1 . adalah jenis waru yanga hampir sama dengan H. Tiliaceus. Tampaknya, jenis ini lebih banyak ditanam, yang dikenal dengan waru gunung (Sunda), waru gombong, waru kopek (Jawa) dan waru klence ( Madura). 


Dengan mengetahui berbagai manfaat dari Waru ini, kami harap bisa menambah informasi anda seputar pengobatan tradisional menggunakan bahan alami yang tentu akan memperkecil efek samping seperti yang ditimbulkan saat menggunakan berbagai obat-obatan.


Penggunaan tanaman herbal untuk mengobati berbagai penyakit memang seringkali dianggap lebih ekonomis. 


Meskipun begitu, jika Anda sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda tentang penggunaan waru sebagai pengobatan pendamping.


Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang bisa menurunkan efektivitas obat. Selamat Mencoba dan semoga bermanfaat!

Belum ada Komentar untuk "Khasiat Obat Herbal Waru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel