Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar

Kulit merupakan organ tubuh yang sangat Penting dan merupakan struktur tubuh yang terbesar dan merupakan penyatu dari bagian-bagian tubuh lainnya. 


Oleh karena itu, kulit memainkan peran yang sangat signifikan dalam tubuh. Sehubungan dengan perannya yang sangat penting dalam tubuh, kulit pun dapat mengalami luka. 


Alat dan bahan yang diperlukan dalam pertolongan pertama pada luka bakar, yaitu:

1. Handuk atau kain 

2. Air dingin 


Uraian berikut akan menjelaskan lebih terperinci tentang luka bakar.

A. IDENTIFIKASI LUKA BAKAR 

Luka bakar adalah trauma pada kulit yang disebabkan oleh panas atau suhu yang tinggi. Ketika berhadapan dengan luka bakar, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui, yaitu;

1. Bagaimana terjadinya luka bakar? 

2. Berapa luas luka bakar yang terjadi? 

3. Berapa kedalaman luka bakar? 

4. Di mana lokasi atau tempat terjadinya? 

5. Siapa penderitanya? 


B. MEKANISME TIMBULNYA LUKA BAKAR

Mekanisme timbulnya luka bakar dibagi menjadi lima bagian berikut. 

1. Luka Bakar Api 

Luka bakar api adalah luka bakar yang disebabkan oleh kontak dengan kobaran api. 

cara mengobati luka bakar api

2. Luka Bakar Cair

Luka bakar cair adalah luka bakar yang disebabkan oleh kontak dengan air mendidih, uap panas, atau minyak panas.

cara mengobati luka bakar cair air panas atau minyak panas

3. Luka Bakar Kimia

Luka bakar kimia adalah luka bakar yang disebabkan oleh asam yang dapat menimbulkan panas ketika kontak dengan jaringan organik. 

cara mengobati luka bakar kimia

4. Luka bakar Listrik

Luka bakar listrik adalah luka bakar yang ditimbulkan dari sambaran petir atau aliran listrik. Luka bakar listrik ini memiliki karakteristik yang unik sebab sekalipun sumber panas (listrik) berasal dari luar tubuh, kebakaran atau kerusakan yang parah justru terjadi di dalam tubuh. Luka bakar jenis ini tidak terlalu sering terjadi di Indonesia. 

cara mengobati luka bakar listrik

5. Luka Bakar Kontak 

Luka bakar kontak adalah luka bakar yang disebabkan oleh kontak langsung dengan objek panas, misalnya dengan wajan panas atau knalpot sepeda motor. Luka bakar jenis ini sering terjadi di Indonesia. 

luka bakar kontak wajan panas knalpot sepeda motor


C. LUAS LUKA BAKAR

The International Burns Chart akan membantu kita dalam menentukan luas luka bakar yang terjadi. Berpatokan pada diagram ini, kita dapat menghitung Total Body Surface Area (TBSA). Luka bakar yang terjadi pada daerah muka dan leher jauh lebih berbahaya daripada terkena luka bakar di tungkai bawah.


Pasalnya, luka bakar di tempat ini sering mengakibatkan terjadinya pembengkakan di daerah leher. Kita harus waspada terhadap timbulnya gangguan jalan napas. Dengan alasan itulah, daerah wajah dan leher mendapat persentase yang lebih besar bahayanya daripada tungkai bawah. 


Untuk menentukan luas luka bakar, selalu dianjurkan untuk menggunakan angka perkiraan yang lebih tinggi. Jadi, jika kita akan memperkirakan luas luka bakar yang terjadi berkisar antara 20 sampai dengan 25 persen, gunakanlah angka yang lebih besar (25 persen). 


D.KLASIFIKASI LUKA BAKAR

Bertahun-tahun lamanya telah disepakati penentuan kedalaman luka bakar menggunakan sistem derajat. Luka bakar diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu derajat 1, 2, dan 3. Kadang-kadang digunakan pula istilah derajat 4 pada kulit yang hangus terbakar mirip arang.


Klasifikasi tersebut, yaitu :

  • Luka Bakar Derajat 1

Luka bakar derajat 1 dinamakan superfical burn atau luka bakar permukaan. Luka bakar ini tidak terlalu serius dan hanya mengenai lapisan-lapisan kulit bagian atas, tetapi sering disertai pembentukan vesikel atau gelembung berisi cairan.


  • Luka Bakar Derajat 2 

Luka bakar derajat 2 dinamakan partial thickness burn atau biasa di sebut luka bakar parsial. Luka bakar ini mengenai sebagian dari ketebalan kulit. Luka bakar dengan kedalaman ini juga sering disertai dengan rusaknya struktur di bawah kulit seperti folikel rambut, kelenjar sebaseus (minyak), atau jaringan kolagen. 


  • Luka Bakar Derajat 3 

Luka bakar derajat 3 dinamakan full thickness burn. Luka bakar ini mengenai seluruh ketebalan kulit. Struktur di bawah kulit pun sering mengalami kerusakan. Sekalipun demikian, kulit tidak lenyap, musnah, atau hilang, tetapi akan rusak.


  • Luka Bakar Derajat 4 

Orang yang mengalami luka bakar derajat 4 terlihat hitam seperti arang, dan nekrotik. 


Sebagian besar luka bakar biasanya kombinasi dari ketiga derajat di atas. Pada bagian pinggir, sering terjadi luka bakar superfisial, sedangkan pada pusatnya, pada tempat terjadinya kontak, timbul parsial atau full thickness burn. 


Penentuan derajat luka bakar yang terbaru tidak menggunakan "20 persen luka bakar derajat 3", tetapi "estimasi atau perkiraan 20 persen luka bakar campuran superficial dan full thickness burn.


E. LOKASI LUKA BAKAR 

Luka bakar dapat terjadi di dalam atau di luar tubuh. Jalan napas pun dapat terbakar. Sebagaimana penjelasan sebelumnya, daerah kepala atau wajah dan leher mendapat persentase yang lebih besar dibandingkan yang lainnya karena luka bakar di lokasi tersebut akan memiliki dampak yang lebih serius. Hal yang sama juga berlaku pada daerah tangan.


Luka bakar seluas 20 persen yang terjadi di tungkai bawah tidak akan membuat pasien merasakan sakit jika dibandingkan dengan lokasi luka yang berada pada daerah tangan. Apalagi posisinya di tangan kanan yang fungsinya sangat esensial untuk aktivitas sehari-hari. 


Pasien luka bakar bisa menimpa siapapun, kapanpun, dan di manapun bisa terjadi, tetapi penyembuhan luka bakar bergantung pada umur, berat badan, dan status kesehatan pasien itu sendiri. 


Sebagai contoh, luka bakar pada bayi atau lanjut usia jauh lebih serius di bandingkan luka bakar dengan luas yang sama terjadi pada laki-laki usia 20 tahun. 


Ketika masuk ke bagian terapi, hal pertama yang harus kita tentukan adalah mengevaluasi apakah yang kita hadapi adalah luka bakar mayor atau bukan. 


Luka bakar mayor memiliki ciri, yaitu jika luas lukanya mencapai 20-30 persen parsial atau full thickness burn. 


Luka bakar mayor merupakan tindakan emergensi. Penderitanya harus segera dikirim ke pusat perawatan luka bakar (burn center) dan harus rawat inap di rumah sakit. 


Masalah medis luka bakar mayor tidak hanya pada persoalan kulit saja. Sistem tubuh lainnya pun dapat terkena dampaknya. 


Pembuluh darah kapiler akan mengembang dalam upaya mengirim berbagai bahan sebagai tentara pertahanan tubuh. Selain itu, akan terjadi perembesan darah ke luar pembuluh. 


Peristiwa ini akan berefek pada kerja jantung, pembuluh limfa, hati, pankreas, dan berbagai sistem lainnya di dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, luka bakar mayor harus selalu dipandang sebagai kasus emergensi. Kita harus menghubungi bank darah, memeriksakan darah ke laboratorium, dan harus menyiapkan fresh frozen plasma. 


Jika yang kita hadapi tidak termasuk ke dalam kriteria luka bakar mayor, segera berikanlah terapi pada pasien. 


F. PERAWATAN LUKA BAKAR

Berikut ada tiga prioritas penting dalam perawatan luka bakar ringan. 

  1. Selalu dahulukan tindakan medis dan bedah. Sebagai contoh, dalam menghadapi seorang pasien yang mengalami kesulitan bernapas, prioritas pertama yang kita harus lakukan ialah mengatasi masalah pernapasan. Setelah pernapasannya stabil, lanjutkan ke masalah kulit. 
  2. Setelah tuntas dengan urusan emergensi, upayakan untuk mempertahankan bentuk dan fungsi bagian tubuh yang terkena luka bakar. 
  3. Prioritas berikutnya ialah upaya menciptakan penampakan jaringan parut sebaik mungkin. Hal ini menjadi masalah utama pada pasien yang terkena luka bakar. Upaya terpenting yang dapat dilakukan ialah memberikan tekanan di atas jaringan parut selama 6 sampai 12 bulan. 


G. MENGATASI LUKA BAKAR 

Untuk mengatasi luka bakar, ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Langkah yang paling dasar yang bisa kita lakukan ialah melepaskan semua pakaian dari daerah yang terbakar, kecuali jika melekat pada kulit. Biarkan sisa arang pakaian yang melekat. 


Kemudian lakukanlah hal berikut. 

  1. Rendam atau aliri bagian yang terkena luka bakar menggunakan air dingin, setidaknya selama 10 menit atau lebih. Jika daerah yang terbakar agak luas, tutuplah menggunakan handuk atau kain yang dibasahi dengan air dingin. 
  2. Sesudah melakukan pendinginan, tutuplah menggunakan perban yang lembut atau kering. Jangan menggunakan kain wol atau bahan lain yang berbulu sehingga bekas kain wol tersebut dapat tertinggal di luka bakar. ]ika korban akan dibawa ke rumah sakit, luka bakar tidak perlu ditutup karena dapat menambah penderitaan pasien jika semua penutup lukanya harus dibuka kembali. 
  3. Topang bagian yang terkena luka bakar agak tinggi. Apabila si korban sadar minumkan sedikit air dingin sambil menunggu bantuan medis datang.


Pasien dapat menunggu terjadinya pertumbuhan kulit baru. Penantian ini umumnya memakan waktu yang lebih lama. Alternatif yang lebih cepat ialah menggunakan skin graft atau cangkok kulit. 


Cara ini dikerjakan dengan mengambil kulit dari suatu bagian tubuh yang kemudian ditanam pada daerah yang memerlukan. 


Lokasi pengambilan (donor site) biasanya di sekitar paha karena daerah ini lebar dan mudah untuk disembuhkan. Agar pertumbuhan terjadi, dibutuhkan beberapa syarat. 


Kulit donor haruslah kulit yang sehat. Lokasi resipien (tempat donor ditanam) harus memiliki jaringan pembuluh darah yang baik. 


Jika tidak, kulit donor tidak akan bisa tumbuh lagi. Setelah kulit donor diletakkan, satu-satunya hal yang harus dikerjakan ialah membiarkannya. 


Jangan memberi tekanan apapun. Kita hanya melindungi cangkok tersebut dan menantinya tumbuh. Pada umumnya pertumbuhan akan terjadi dalam 4 sampai 7 hari. 


Jika Pada hari ketujuh kulit tidak juga tumbuh, artinya skin graft yang ditanam gagal. Kedalaman luka bakar juga menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam mencangkok kulit. 


Graft tidak umum dikerjakan pada luka bakar supetficial. Kunci sukses lainnya ialah skill atau kemampuan dokter bedah yang mengerjakan  graft ini.


Jika luka bakar seorang pasien demikian luas, sampai pasien tidak lagi memiliki bagian tubuh yang dapat dijadikan donor, solusinya anggota keluarga dapat mendonorkan kulitnya. 


Tentu saja, mereka harus memiliki golongan darah yang sama dengan pasien yang terkena luka bakar.


Kabar yang cukup mengagetkan ialah dimanfaatkannya kulit babi sintetis sebagai alternatif donor di negara-negara Barat. 


Tanpa graft pun, luka bakar sebenarnya akan sembuh, akan tetapi cara seperti ini akan memakan waktu yang sangat lama. Dengan kata lain, graft merupakan cara penyembuhan yang paling cepat. 


Mengobati pasien luka bakar sangat membutuhkan kesabaran ekstra. Luka bakar tersebut akan sembuh, tetapi memakan waktu yang sangat lama karena kita harus menunggu kulit tubuh untuk tumbuh kembali seperti semula.

Belum ada Komentar untuk "Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel